Senin, 18 Januari 2021

Sejarah Munculnya Aliran Syi'ah dan Mu'tazilah

 Sejarah Munculnya Aliran Syi’ah

Menurut bahasa berarti pengikut/penolong. Untuk sekelompok manusia yang bersatu dalam masalah, dan untuk setiap orang yang menolong seseorang dan berhimpun membentuk suatu kelompok padanya. Aliran syi’ah yang berkembang di indonesia adalah Syiah itsna ‘Asyariyyah (Imamiyyah), dan mempunyai pengikut puluhan ribu dibawah bendera IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) yang berpusat di jakarta. Bagi seorang muslim muda aktivis terutama dari HMI, PII, dan PMII, Revolusi Iran adalah sebuah peristiwa yang sangat heroik. Oleh karena itu, mereka melakukan kajian-kajian mazhab Syi’ah di perguruan tinggi dan sebagian berkonversi ke mazhab syiah.

Kedua, tuduhan terhadap syi’ah ada banyak tuduhan yang dialamatkan kepada komunitas Syiah seperti rukun iman dan rukun islamnya berbeda, syahadatnya berbeda dengan umat islam umumnya, orang syiah tidak mengetahui khalifah Abu Bakar, Umar, dan Usman sabagai khalifah karena dianggap merebu hak khalifah Ali, kaum syiah meghujat para sahabat besar, kaum syiah mengkkafirkan para sahabat, membenci dan melaknat istri Nabi Muhammad atau Aisyah.

Namun demikian, tuduhan-tuduhan itu tidak dapat dibuktikan dan komunitas tidak mengakui pemahamannya tidak seperti apa yang dituduhkan itu. 

Setidaknya ada dua hal yang menjadi pendorong perkembangan syi’ah di Indonsia sesuai dengan hasil penelitian tersebut. Pertama, Revolusi Islam Iran tahun 1979.

Ajaran Syi’ah Itsna Asy’ariyah

1.Tauhid, Tuhan itu Esa, keesaan Tuhan itu mutlak.

2.Keadilan, Tuhan memberikan akal kepada manusia untuk mengetahui perkara yang benar dengan yang salah.

3.Nubwwah. Rasul merupakan petunjuk hakiki yang diutus untuk memberikan acuhan dalam membedakan yang baik dan buruk.

4.Al-Ma’ad. Adalah hari akhir untuk menghadap pengaturan tuhan di akhirat.

5.Imamah. Memberikan petunjuk manusia yang dipilih dari keturunan ibrahim kepada keturunan Muhammad sebagai rasul terakhir.

Akidah dan Ajaran Syi’ah 

   Keyakinan Syi’ah tentang imam mereka: Mereka sepakat bahwa para nabi dan imam Sy’iah adalah Ma’shum selain itu tawali dan tabari adalah wajib.

Kitab-kita suci syi’ah:

Ada 3 kitab suci syi`ah diantaranya:

1. Al-kafi

Al-Kafi disusun oleh al-kaulani sebagai kitab hadits pertama Syi’ah yang ada. Kitab ini memuat tentang hadits fiqih,aqidah,sejarah para ma’sumin, dan 14 orang suci,yakni nabi Muhammad, Sayyidah fatimah, dan 12 imam.

2. Man La Yahdhuruhul Faqih

    Penyusun kitab ini adalah Abu Ja’far Muhammad Ibnu Ali Ibnu Husain dengan julukan syaikh as-Shadiq (maha guru yang jujur). Kitab ini adalah hadits ahkam yaitu mengenai hukum hadits mursal, hadist yang terputus periwayatannya dan sisanya hadits musnad.

3. Tahdzib al-Ahkam dan al-Istibshar

Kedua kitab ini disusun oleh Abu Ja’far Muhammad Ibnu Hasan al-Thusi. Kitab ini memuat tentang hadits ahkam serta isyarat tentang kaidah ushul fiqih dan rijal.

Sejarah Munculnya Aliran Mu’tazilah

        Kaum Mu`tazilah merupakan sekelompok manusia yang pernah menggemparkan dunia Islam selama lebih dari 300 tahun akibat fatwa-fatwa mereka yang menghebohkan, selama waktu itu pula kelompok ini telah menumpahkan ribuan darah kaum muslimin terutama para ulama Ahlussunnah yang bersikukuh dengan pedoman mereka. Sejarah munculnya aliran Mu‟tazilah muncul di kota Bashrah (Iraq) pada abad ke 2 Hijriyah, tahun 105 – 110 H, tepatnya pada masa khalifah Abdul Malik Bin Marwan dan khalifah Hisyam Bin Abdul Malik. Pelopornya adalah seorang penduduk Bashrah mantan murid Al-Hasan Al-Bashri yang bernama Washil bin Atha‟ Al-Makhzumi Al-Ghozzal yang lahir di Madinah tahun 700 M, kemunculan ini adalah karena Wasil bin Atha‟ berpendapat bahwa muslim berdosa besar bukan mukmin dan bukan kafir yang berarti ia fasik. Imam Hasan albasri berpendapat mukmin berdosa besar masih berstatus mukmin. 

Secara harfiah kata Mu'tazilah berasal dari I'tazala yang berarti berpisah atau memisahkan diri, yang berarti juga menjauh atau menjauhkan diri.Mu'tazilah secara etimologis berarti orang-orang yang memisahkan diri. Sebutan ini memiliki arti suatu kronologi yang tidak bisa dipisahkan dengan sosok Al-Hasan Al-Bashri, salah seorang imam di kalangan tabi'in. 

Asy-Syihristani berkata: Suatu hari datanglah seorang laki-laki kepada Al-Hasan Al-Bashri seraya berkata: “Wahai imam dalam agama, telah muncul di zaman kita ini kelompok yang mengkafirkan pelaku dosa besar. Dan dosa tersebut diyakini sebagai suatu kekafiran yang dapat mengeluarkan pelakunya dari agama, mereka adalah kaum Khawarij.

Tokoh-tokok Pendukung Aliran Mu’tazilah

Dalam perkembangannya, aliran Mu’tazilah tidak hanya berpusadi kota Basrah sebagai kota kelahirannya, tetapi juga berpusat di kota Bagdad, yang merupakan ibu kota pemerintahan. Karena itu, jika berbicara tentang tokoh pendukungnya maka kita harus melihatnya dari kedua kota tersebut. Tokoh-tokoh yang ada di Bashrah :

1. Washil ibn Atha (80-131 H). Ia dilahirkan di Madinah dan kemudian menetap di Bashrah. Ia merupakan tokoh pertama yang melahirkan aliran Mu’tazilah. Karenanya, ia diberi gelar kehormatan dengan sebutan Syaikh al-Mu’tazilah wa Qadimuha, yang berarti pimpinan sekaligus orang tertua dalam Mu’tazilah.

2. Abu Huzail Muhammad ibn Huzail ibn Ubaidillah ibn Makhul al-Allaf. Ia lahir di Bashrah tahun 135 dan wafat tahun 235 H. Ia lebih populer dengan panggilan al-Allaf karena rumahnya dekat dengan tempat penjualan makanan ternak. Gurunya bernama Usman al-Tawil salah seorang murid Washil ibn Atha.

3. Ibrahim ibn Sayyar ibn Hani al-Nazham. Tahun kelahirannya tidak diketahui, dan wafat tahun 231 H . Ia lebih populer dengan sebutan Al-Nazhzham.

4. Abu Ali Muhammad ibn Ali al-Jubba’i. Dilahirkan di Jubba sebuah kota kecil di propinsi Chuzestan Iran tahun 135 H dan wafat tahun 267 H. Panggilan akrabnya ialah Al-Jubba’i dinisbahkan kepada daerah kelahirannya di Jubba. Ia adalah ayah tiri dan juga guru dari pemuka Ahlussunnah Waljamaah Imam Abu Hasan al-Asy’ari.

Tokoh-tokoh yang berdomisili di Bagdad adalah :

1. Bisyir ibn al-Mu’tamir (wafat 226 H/840 M). Ia merupakan pendiri Mu’tazilah di Bagdad.

2. Abu al-Husain al-Khayyat (wafat 300 H/912 M). Ia pemuka yang mengarang buku Al-Intishar yang berisi pembelaan terhadap serangan ibn Al-Rawandy.

3. Jarullah Abul Qasim Muhammad ibn Umar (467-538 H/1075-1144 M). Ia lebih dikenal dengan panggilan al-Zamakhsyari. Ia lahir di Khawarazm (sebelah selatan lautan Qazwen), Iran. Ia tokoh yang telah meloporkan karya tulis yang monumental yaitu Tafsir Al-Kasysyaf.

4. Abul Hasan Abdul Jabbar ibn Ahmad ibn Abdullah al-Hamazani al-Asadi. (325-425 H). Ia lahir di Hamazan Khurasan dan wafat di Ray Teheran. Ia lebih dikenal dengan sebutan Al-Qadi Abdul Jabbar. Ia hidup pada masa kemunduran Mu’tazilah. Kendati demikian ia tetap berusaha mengembangkan dan menghidupkan paham-paham Mu’tazilah melalui karya tulisnya yang sangat banyak. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sejarah Munculnya Aliran Syi'ah dan Mu'tazilah

  Sejarah Munculnya Aliran Syi’ah Menurut bahasa berarti pengikut/penolong. Untuk sekelompok manusia yang bersatu dalam masalah, dan untuk s...